RSS
Taut
29 Des

BAB II

PEMBAHASAN

A.    Pengertian Media Pembelajaran

Media adalah sebuah alat yang mempunyai fungsi menyampaikan pesan (Bovee, 1997). Pembelajaran adalah sebuah proses komunikasi antara pembelajar, pengajar dan bahan ajar. Komunikasi tidak akan berjalan tanpa bantuan sarana penyampai pesan atau media.

Bentuk-bentuk stimulus bisa dipergunakan sebagai media diantaranya adalah hubungan atau interaksi manusia, realita gambar bergerak atau tidak, tulisan dan suara yang direkam. Kelima bentuk stimulus ini akan membantu pembelajar mempelajari bahasa asing. Namun demikian tidaklah mudah mendapatkan kelima bentuk itu dalam satu waktu atau tempat.

Media pembelajaran yang baik harus memenuhi beberapa syarat. Media pembelajaran harus meningkatkan motivasi pembelajar. Penggunaan media mempunyai tujuan memberikan motivasi kepada pembelajar.

Selain itu media juga harus merangsang pembelajar mengingat apa yang sudah dipelajari selain memberikan rangsangan belajar baru. Media yang baik juga akan mengaktifkan pembelajar dalam memberikan tanggapan, umpan balik dan juga mendorong mahasiswa untuk melakukan praktek-praktek dengan benar.

Istilah media berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak dari medium. Secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Pengertian umumnya adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada penerima informasi.

 

 

 

 

Media menurut AECT Association for Educational Communications Technology[1] adalah segala sesuatu yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan.

Sedangkan gagne mengartikan media sebagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang mereka untuk belajar. Briggs mengartikan media sebagai alat untuk memberikan perangsang bagi siswa agar terjadi proses belajar.

 

Istilah pembelajaran lebih menggambarkan usaha guru untuk membuat belajar para siswanya. Kegiatan pembelajaran tidak akan berarti jika tidak menghasilkan kegiatan belajar pada para siswanya. Kegiatan belajar hanya akan berhasil jika si belajar secara aktif mengalami sendiri proses belajar. Seorang guru tidak dapat mewakili belajar siswanya. Seorang siswa belum dapat dikatakan telah belajar hanya karena ia sedang berada dalam satu ruangan dengan guru yang sedang mengajar. [2]

Pekerjaan mengajar tidak selalu harus diartikan sebagai kegiatan menyajikan materi pelajaran. Meskipun penyajian materi pelajaran memang merupakan bagian dari kegiatan pembelajaran, tetapi bukanlah satu-satunya. Masih banyak cara lain yang dapat dilakukan  guru untuk membuat siswa belajar. Peran yang seharusnya dilakukan guru adalah mengusahakan agar setiap siswa dapat berinteraksi secara aktif dengan berbagai sumber balajar yang ada[3].      

Media pembelajaran adalah media yang digunakan dalam pembelajaran, yaitu meliputi alat bantu guru dalam mengajar serta sarana pembawa pesan dari sumber belajar ke penerima pesan belajar (siswa). Sebagai penyaji dan penyalur pesan, media belajar dalam hal-hal tertentu bisa mewakili guru menyajiakan informasi belajar kepada siswa. Jika program media itu didesain dan dikembangkan secara baik, maka fungsi itu akan dapat diperankan oleh media meskipun tanpa keberadaan guru.

 

Peranan media yang semakin meningkat sering menimbulkan kekhawatiran pada guru. Namun sebenarnya hal itu tidak perlu terjadi, masih banyak tugas guru yang lain seperti: memberikan perhatian dan bimbingan secara individual kepada siswa yang selama ini kurang mendapat perhatian. Kondisi ini akan teus terjadi selama guru menganggap dirinya merupakan sumber belajar satu-satunya bagi siswa.

Jika guru memanfaatkan berbagai media pembelajaran secara baik, guru dapat berbagi peran dengan media. Peran guru akan lebih mengarah sebagai manajer pembelajaran dan bertanggung jawab menciptakan kondisi sedemikian rupa agar siswa dapat belajar. Untuk itu guru lebih berfungsi sebagai penasehat, pembimbing, motivator dan fasilitator dalam kegiatan belajar mengajar. [4]

 

  1. B.     Jenis-Jenis Media Pembelajaran

Jerold Kemp dan Diane K. Dayton (dalam Pribadi,2004:1.5) mengemukakan klasifikasi jenis media sebagai berikut :

  1. media cetak
  2. media yang dipamerkan (displayed media)
  3. overhead transparancy
  4. rekaman suar
  5. slide suara dan film strip
  6. presentasi multi gambar
  7. video dan film
  8. pembelajaran berbasis komputer  (computer based learning)

 

Adapun jenis-jenis dari media pembelajaran dalam proses belajar mengajar (PBM) diantaranya sebagai berikut:

  1. Media Berbasis Manusia

Sebagian media mengelola pesan respon siswa sehingga media itu sering disebut media interaktif. Berikut ini akan diuraikan prinsip-prinsip mpenggunaan dan pengembangan media pembelajaran. Media berbasis manusia merupakan media tertua yang digunakan untuk mengirimkan dan mengkomonikasikan pesan atau informasi. Media ini bermanfaat khususnya bila tujuan kita adalah mengubah sikap atau ingin secara langsung terlibat dengan pemantauan pembelajaran siswa.

Media berbasis manusia mengajukan dua teknik yang efektif yaitu rancangan yang berpusat pada masalah dan bertanya ala Socrates, salah satu faktor, penting dalam pembelajaran dengan media berbasis manusia adalah rancangan yang interaktif.

 

  1. Media Berbasis Cetakan

Materi yang berbasis cetakan yang paling umum dikenal adalah buku teks, buku penuntun, buku jurnal, makalah dan lembaran lepas. Teks yang berbasis cetakan menuntut enam element, yang diperhatikan pada saat merancang yaitu konsistensi, format, organisasi, daya tarik ukuran huruf, dan penggunaan spasi kosong. Beberapa cara yang digunakan untuk menarik perhatian pada media berbasis cetak atau teks adalah warna, huruf dan kotak.[5]

 

  1. Media Berbasis Visual

Media berbasis visual memegang peran yang sangat, penting dalam proses belajar. Media visual dapat memperlancarkan memperkuat ingatan. Bentuk visual bisa berupa:

  1. Gambar representasi seperti gambar lukisan atau foto.
  2. Diagram yang melukiskan hubungan-hubungan konsep
  3. Peta yang menunjukkan hubungan-hubungan ruang.
  4. Grafik seperti tabel, grafik dan chart.
  5. Media berbasi audiovisual
  6. Media visual yang menggabungkan penggunaan suara memerlukan pekerjaan tambahan untuk memproduksinya, salah satu pekerjaan penting yang diperlukan dalam media audio visual adalah penulisan naskah dan storybhoard yang memerlukan persiapan yang banyak rancangan dan penelitian.

 

  1. Media Berbasis Audio Visual

Media visual yang menggabungkan penggunaan suara memerlukan pekerjaan tambahan untuk memproduksinya, salah satu pekerjaan penting yang diperlukan dalam media audio visual adalah penulisan naskah dan storybhoard yang memerlukan persiapan yang banyak rancangan dan penelitian.

 

  1. Media Berbasis Komputer

Dewasa ini komputer memiliki fungsi yang berbeda-beda dalam pendidikan dan latihan, komputer dapat menyajikan informasi dan tahapan pembelajaran lainnya disampaikan bukan dengan komputer, penggunaan komputer sebagai media pembelajaran secara umum mengikuti proses instruksional.[6]

 

  1. Pemanfaatan Perpustakaan Sebagai Sumber Belajar

Proses belajar mengajar adalah peristiwa yang sadar tujuan, artinya proses belajar mengajar dirancang untuk mencapai tujuan instruksional. Untuk mencapai tujuan instruksional itulah strategi pembelajaran diperlukan. Selain penggunaan strategi pembelajaran, untuk mencapai tujuan pembelajaran dapat dilakukan dengan pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar guna menunjang kegiatan pembelajaran.

 

Melalui perpustakaan, pengetahuan dan informasi yang dibutuhkan akan mudah didapat karena perpustakaan menyediakan bahan pustaka yang berhubungan dengan materi pelajaran maupun bahan pustaka yang bersifat hiburan.[7]

 

  1. C.    Faktor Instrumental Pendidikan

Setiap sekolah mempunyai tujuan yang akan dicapai. Tujuan tentu saja pada tingkat kelembagaan. Untuk itu diperlukan unsur-unsur instrumental yang diperlukan dalam mencapai tujuan itu, diantaranya :

  1. Kurikulum

Kurikulum adalah plan for learning yang merupakan unsure substansial dalam pendidikan. Tanpa kurikulum, kegiatan belajar mengajar tidak dapat berlangsung. Sebab materi apa yang harus guru sampaikan dalam suatu pertemuan kelas, belum guru programkan sebelumnya.  Muatan kurikulum akan mempenagruhi intensitas dan frekuensi belajar anak didik. Tetapi guru tidak dapat menjejali siswa dengan materi terus menerus untuk mencapai target penguasaan kurikulum oleh anak didik.

 

 

  1. Program

Setiap sekolah mempunyai program pendidikan. Program pendidikan disusun untuk dijalankan demi kemajuan pendidikan. Keberhasilan pendidikan di sekolah tergantung dari baik tidaknya program pendidikan yang dirancang.

Program pendidikan disusun berdasarkan potensi sekolah yang tersedia, aik tenaga, finansial, dan sarana dan prasarana. Bervariasinya potensi akan menyebabkan terjadinya perbedaan program pendidikan, sehingga tidak dapat dihindari adanya perbedaan kualitas pembelajaran.

  1. Sarana prasarana

Sarana mempunyai arti penting dalam pendidikan sekolah. Sarana adalah sesuatu yang mendukung secara langsung terhadap kelancaran proses pembelajaran. Misalnya media pembelajaran. Sedangkan prasarana adalah segala sesuatu yang secara tidak langsung dapat mendukung keberhasilan proses pembelajaran, misalnya kamar kecil.Terdapat beberapa keuntungan bagi sekolah yang memiliki kelengkapan sarana dan prasarana, antara lain :

  1. Dapat menumbuhkan gairah dan motivasi guru mengajar

Mengajar dapat dilihat dari dua dimensi, yaitu sebagai proses penyampaian materi pelajaran, sehingga dibutuhkan sarana pembelajaran berupa alat dan bahan yang dapat menyalurkan pesan secara efektif dan efisien.[8]

  1. Dapat memberikan berbagai pilihan pada siswa untuk belajar

Karena pada dasarnya setiap siswa memiliki gaya belajar yang berbeda. Siswa yang bertipe auditif akan lebih mudah belajar melalui pendengaran. Sedangkan siswa yang bertipe visual akan lebih mudah belajar melalui penglihatan. Sehingga kelengkapan sarana dan prasarana akan memudahkan siswa menentukan pilihan dalam belajar.[9]

  1. Siswa

Siswa adalah organisme yang unik yang berkembang sesuai dengan tahap perkembangan. Perkembangan anak adalah perkembangan seluruh aspek kepribadiannya, akan tetapi tempo dan irama perkembangan masing-masing anak pada setiap aspek tidak selalu sama. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran dilihat dari aspek siswa meliputi aspek latar belakang siswa yang menurut Dunkin disebut pupil formative experiences dan faktor sifat yang dimiliki siswa atau pupil properties.

Aspek latar belakang meliputi jenis kelamin siswa, tempat kelahiran, tempat tinggal siswa dll. Sedangkan dilihat dari siswa yang dimiliki siswa meliputi kemampuan dasar, pengetahuan, dan sikap. Sikap dan penampilan siswa di dalam kelas juga merupakan aspek lain yang bisa mempengaruhi proses pembelajran. Ada kalanya ditemukan siswa yang sangat aktif dan ada pula yang cenderung pendiam.

  1. Guru

Guru adalah komponen yang sangat menentukan dalam implementasi suatu strategi pembelajaran. Guru dalam proses pembelajaran memegang peran yang sangat penting peran guru. Apalagi untuk siswa pada usia pendidikan dasar. Tidak mungkin dapat digantikan oleh perangkat lain. Sebab, siswa adalah organisme yang sedang berkembang yang memerlukan bimbingan dan bantuan orang dewasa[10].

Dalam proses pembelajaran, guru tidak hanya berperan sebagai model atau teladan bagi siswa yang diajarnya, tetapi juga sebagai pengelola pembelajaran (manager of learning). Dengan demikian, efektivitas proses pembelajaran terletak di pundak guru. Oleh karena itu, keberhasilan suatu proses pembelajaran sangat ditentukan oleh kualitas atau kemampuan guru.

 

  1. D.    Keterkaitan Media Pembelajaran Dengan Instrumen Pendidikan

Selain mengetahui jenis-jenis media pembelajaran, media pembelajaran mempunyai keterkaitan dengan instrumen pendidikan yang juga mempunyai beberapa kemampuan untuk memperjelas pembelajaran. Adapun keterkaitan media pembelajaran dengan instrumen pendidikan yaitu sebagai berikut:[11]

  1. Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh para siswa dan mengkonkretkan konsep-konsep yang abstrak dan sulit dijelaskan secara langsung kepada siswa, dapat dikonkretkan dan disederhanakan melalui pemanfaatan media pembelajaran.

Misalnya untuk menjelaskan terjadinya hujan, peredaran darah manusia, berhembusnya angin dengan menggunakan media gambar, atau menghadirkan obyek kehadapan siswa dalam bentuk nyata seperti miniatur, model, gambar yang dapat disajikan dalam bentuk audio visual.

  1. Media pembelajaran dapat memperbesar obyek yang terlalu – kecil atau terlalu halus. Dengan media obyek dapat diperbesar, seperti penggunaan gambar atau film tentang perkembangan suatu kuman atau sel yang tak tampak oleh mata.

Atau sebaliknya dapat menampilkan objek yang terlalu besar. Melalui media guru dapat menyampaikan gambaran mengenai pesawat udara, kapal pesiar, candi dan sebagainya.

  1. Media pembelajaran dapat menyajikan benda atau peristiwa yang terletak jauh dari siswa, Dengan penggunaan video, slide, atau film siswa dapat melihat musim salju, air terjun, permukaan bulan dan sebagainya.
  2. Media pembelajaran dapat menyajikan peristiwa yang kompleks, berlangsung dengan sangat cepat atau sangat lambat menjadi lebih sistematik dan sederhana.

Dengan penggunaan media vidio, film, siswa dapat mengamati proses pertumbuhan tanaman yang sangat lambat menjadi lebih cepat, mempelajari gol pada permainan sepak bola yang kejadiannya sangat cepat menjadi lebih lambat, mempelajari proses pengoperasian mesin menjadi lebih mudah karena disajikan secara bertahap.

  1. Media pembelajaran dapat menampung sejumlah besar siswa untuk mempelajari materi pelajaran dalam waktu yang sama. Penggunaan program televisi pendidikan, program radio pendidikan, modul, internet, siswa dapat mempelajari materi yang sama di tempat yang berbeda-beda dan berjauhan.

Seorang penyampai pesan dapat menyebarkan informasikan ke segala penjuru.

  1. Media pembelajaran dapat menyajikan benda atau peristiwa berbahaya dan beresiko tinggi kehadapan siswa. Melalui penggunaan media yang tepat, maka semua obyek tersebut dapat disajikan kepada siswa seperti penggunaan vidio, film, siswa dapat mengamati terjadinya badai tornado. Gunung meletus,

 

kerja kuman penyakit saat menggerogoti organ tubuh manusia, kehidupan binatang liar seperti harimau yang tidak mungkin dihadapi siswa secara langsung. [12]

  1. Media pembelajaran dapat meningkatkan daya tarik pelajaran dan perhatian siswa, membangkitkan motivasi dan merangsang siswa untuk belajar, dan bahkan membangkitkan keinginan dan minat baru. Penggunaan media yang menarik akan meningkatkan motivasi dan perhatian siswa.
  2. Media pembelajaran dapat meningkatkan sistematika pembelajaran. Karena penggunaan media selalu didahului dengan persiapan yang matang baik dalam perencanaan dan pembuatannya.

 


BAB III

PENUTUP

 

 

  1. A.    Kesimpulan

Setelah pembahasan diatas, maka kami bisa menyimpulkan sebagai berikut:

  1. Pengertian media pembelajaran adalah media yang digunakan dalam pembelajaran, yaitu meliputi alat bantu guru dalam mengajar serta sarana pembawa pesan dari sumber belajar ke penerima pesan belajar (siswa).
  2. Jenis-jenis media pembelajaran yaitu sebagai berikut: media berbasis manusia, media berbasis cetakan, media berbasis visual, media berbasi audiovisual, media berbasis audio visual, media berbasis komputer dan pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar.
  3. Adapun keterkaitan media pembelajaran sebagai instrumen pendidikan merupakan hubungan

 

  1. B.     Saran

Adapun saran-saran yang kami ajukan dalam pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut:

  1. Praktisi, guru, dosen maupun pemerhati pendidikan harus senantiasa memberikan dan berperan serta dalam mewujudkan pendidikan
  2. Mahasiswa seharusnya bisa melakukan inovasi-inovasi dalam dunia pendidikan
  3. Pemerintah sudah saatnya memberikan gagasan tersendiri dalam mewujudkan pendidikan nasional

 


DAFTAR PUSTAKA

 

 

–          Ahmadi, Abu.Media Pembelajaran Sebagai Sebuah Pengantar.Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 1991

–          Muhaimin.Media Pembelajaran Sebuah Telaah Konsep Pendidikan.Malang: UMM Pres. 2003

–          http://smpn1banjar-pdg.net/index.php/artikel/34-artikel/50-media

 

 


[2] Ahmadi, Abu.Media Pembelajaran Sebagai Sebuah Pengantar.Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 1991

 

[4] Muhaimin.Media Pembelajaran Sebuah Telaah Konsep Pendidikan.Malang: UMM Pres. 2003

 

[5] ibid

[6] ibid

[7] ibid

[8] Ahmadi, Abu.Media Pembelajaran Sebagai Sebuah Pengantar.Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 1991

 

[10] Ahmadi, Abu.Media Pembelajaran Sebagai Sebuah Pengantar.Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 1991

 

[11] Ahmadi, Abu.Media Pembelajaran Sebagai Sebuah Pengantar.Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 1991

 

[12] ibid

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 29, 2012 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: